Welcome to

Maya Susanti

Home / Travelling / Solo backpacker, kenapa nggak?

Solo backpacker, kenapa nggak?

(Ket foto: Machu Picchu, Peru: salah satu keajaiban dunia)

Apakah kamu pernah berkeinginan untuk solo travelling ke negara impian tapi masih ragu apakah itu keputusan tepat? Jika iya, mungkin tulisan ini bisa membantu.

Sejak beberapa tahun terakhir, diam-diam saya menyimpan keinginan (bucketlist) untuk bisa melakukan perjalanan liburan seorang diri (solo travelling). Selain itu, beberapa bucketlist lainnya adalah naik gunung, melihat salah satu keajaiban dunia, dan terbang ke Amerika Latin! Dari Indonesia, rentetan daftar keinginan di atas rasanya sulit direalisasikan karena banyak hal. Misalnya: izin dari kantor (jika sudah bekerja), izin orangtua dan pacar, alasan keamanan, jarak yang terlampau jauh, dan tentu saja pertimbangan budget. Tapi tentu tak ada yang mustahil!
Bagi saya, kesempatan untuk solo backpacker ke Amerika Latin (Peru), datang saat spring break beberapa waktu lalu. Terbang dari UK ke Peru bisa jadi lebih hemat waktu dan uang dibanding dari Indonesia. Jadi, kenapa nggak?

Dari perjalanan total 10 hari liburan seorang diri ke Peru, saya belajar banyak hal dan tentunya sangat menikmati liburan setelah berkutat denga tugas-tugas kuliah. Berikut beberapa alasan kenapa solo backpacker mungkin kita lakukan dan sangat worth it!

  1. You will find the best version of yourself. Well, mungkin pengertian best version disini bisa beragam. Tapi jika sebelumnya kamu punya banyak keraguan untuk solo backpacker karena takut, cemas, dan beragam perasaan negtif lainnya, dengan keputusan berangkat liburan sendiri, kamu akan ‘terpaksa’ untuk berpikir positif, lebih tenang dan mampu mengontrol diri sendiri dalam keadaan apapun. Kamu akan lebih memahami pola pikirmu sebagai individu. Pelan-pelan ini akan membantumu mengerti tentang keinginanmu sendiri, hal-hal yang sebelumnya ada dalam bayang-bayang keinginan orangtua dan pengaruh lingkungan sekitar.
  2. Kamu akan belajar banyak hal. Tidak hanya belajar tentang diri sendiri, kamu akan belajar tentang tempat dan negara yang kamu kunjungi. Kamu akan belajar tentang bahasanya, budayanya, letak geografisnya, dan tentu saja objek pariwisatanya.
  3. Kamu akan punya banyak teman. Berpergian sendiri menuntut kita untuk mandiri, tidak tergantung pada orang lain. Tapi sisi sosial dari diri kita sebagai manusia akan meminta kita untuk berinteraksi.’Paksaan internal’ ini akan membuatmu mulai menyapa orang-orang disekitarmu. Diawali dari perkenalan singkat, berlanjut dengan onrolan santai, biasanya akan berakhir dengan bertukar cerita dan pengalaman. Bukankah menyenangkan bisa mengetahui lebih banyak hal yang menarik dari teman baru yang berasal dari belahan dunia lain? Jika beruntung, kamu bisa saja menemukan teman seperjalanan yang ramah dan nyambung ngobrolnya. Di akhir trip, menjadi sahabat! Selamat!

 

Masih ada banyak hal positif lainnya yang bisa kamu dapafkan dengan memutuskan solo travelling. Bagi saya, perjalanan ini mencoret beberapa bucketlist saya. Tapi lebih dari itu, pengalaman seru menanti!
Jadi, solo backpacker, kenapa nggak? 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To get the latest update of me and my works

>> <<