Welcome to

Maya Susanti

Home / On Thought / Refleksi Persiapan Master

Refleksi Persiapan Master

Tulisan ini saya dedikasikan untuk teman-teman yang akan melanjutkan pendidikan master tahun ini, khususnya autumn intake / September-Oktober 2016.

 

Seingat saya, bulan Maret-Juli tahun lalu adalah masa persiapan untuk mendaftar kampus, mengikuti seleksi beasiswa hingga persiapan keberangkatan. Sebagai seorang jurnalis muda, semuanya saya lakukan bersamaan dengan dinas redaksi (senin hingga minggu) sembari liputan dalam kota, atau jika tidak, liputan luar kota selama tiga hingga empat hari dalam seminggu. Tapi saya tetap menyempatkan waktu untuk bertemu dengan teman-teman untuk sekedar ngopi-ngopi dan meng-update kehidupan masing-masing. Jadi, jika ada yang bilang “gue ga ada waktu buat persiapan melanjutkan sekolah.’ itu kayaknya kurang tepat. karena semua bisa dilakukan, asal tetap memperhitungkan skala prioritas. Tapi jika punya banyak kegiatan di satu waktu, memang harus ada yang dikorbankan. Postingan sejenis quote di instagram atau tumbler biasanya akan bilang: ‘you can have it all, but not at the same time.’. Kira-kira begitu, kita bisa kok dapat semua yang kita inginkan, asal bersabar, semua inshaAllah ada waktunya *sok iye*.
Anyway, untuk teman-teman yang sedang persiapan untuk sekolah lagi, saya bermaksud untuk berbagi cerita, hal kecil yang kadang terlupaan. Untuk persiapan yang lainnya, akan banyak ditemui di postingan blog-blog lainnya. Rasanya sudah pasti lengkap dan sangat bermanfaat, bahkan sampai detail barang yang harus dibawa sesuai negara tujuan. Silahkan di googling! 🙂

Jadi, postingan ini hanya akan bercerita tentang hal-hal yang mungkin bisa bermanfaat sebelum melanjutkan kuliah.

 

1. Let it go

Hal pertama yang harus kita lakukan sebelum berangkat sekolah adalah merelakan apa yang sudah terjadi. Jangan menyesali apapun yang telah menjadi keputusanmu. Jika resign dari kantor adalah pilihanmu, maka jangan pernah menyesal. Kalau kantor memang membutuhkanmu dan kamu dianggap pantas untuk mengisi post tertentu (dengan jabatan baru dan gaji baru), maka jangan khawatir, kata Ayah (sesuai janji Tuhan), rezeki ga kemana. Atau kalo kamu baru putus dari pacarmu, maka ini adalah saat yang tepat untuk menanyakan pada diri sendiri: does she/he deserve you in better version after you graduate later?. Kata produser saya, kalo kamu diputusin cuma karena kamu mau sekolah lagi, demi pendidikanmu, demi cita-citamu, berarti mungkin bukan dia orangnya. Kalo jarak jadi masalah, mungkin kedepannya cita-citamu dipermasalahkan. Jadi, let it go adalah pilihan terbaik. Sedih sih boleh, nikmati sedihmu. Karena jika hidup berjalan normal, sedihmu akan berakhir karena kamu jadi males berlama-lama sedih.

 

2. Contentment and Minimalist

Merasa cukup, tapi bukan berpuas diri ya. Kayaknya itu beda. Kayaknya. Memulai kuliah master di luar negeri artinya kita akan memulai kehidupan baru. Ga literally baru sih, karena mungkin kita akan bertemu beberapa orang teman yang sudah kita kenal sebelumnya. But, isn’t it good that you have a chance to show the best version of your new environment? Anyway, contentment disini lebih mengarah ke merasa cukup akan kepemilikan barang-barang. Duh gimana ya jelasinnya. Karena kamu hanya boleh bawa barang 30 kg di bagasi dan 10 kilo di kabin, maka bijaklah untuk memilih barang apa saja yang akan dibawa, yang rasanya benar-benar penting. Pastikan alasan membawa barangnya karena barang itu esensial. Jadilah minimalist, dalam artian, memiliki barang-barang yang memang diperlukan. Dari banyak artikel yang saya baca, salah satu cara efektif menjadi minimalist adalah dengan memiliki barang seperti yang akan kita bawa saat travelling. Nah, menurut saya, ini adalah momentum paling tepat. Bagaimana kamu bisa memilih barang-barang yang kamu miliki untuk menemanimu di kehidupan baru saat kuliah nanti. Memang, semua barang ada di negara tujuan, asal mau merogoh kocek, semua bisa dibeli. Tapi, kamu ga akan beli banyak barang di hari-hari pertama begitu tiba di kota tujuan, kan? I did not do that, if you would, pastikan beli barang yang ga cuma sekali pakai. Kalau kita seirama, salah satu tujuan kuliah jauh dari orangtua adalah bisa mengatur keuangan dengan bijak, kan? Pada akhirnya, itu pilihan apakan kamu akan beli semua hal yang kamu inginkan, tapi jangan lupa satu hal, kesempatan untuk jalan-jalan saat kuliah di luar negeri terbuka lebar. Ga tertarik untuk menyisihkan beberapa lembar uang untuk menikmati indahnya kota-kota nan cantik?



3. Be Ready

Jika sudah settle dan nyaman di kota yang baru, hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah fokus. Fokus belajar. Nilai akademis memang bukanlah segalanya, tapi mendapatkan nilai bagus pastilah menjadi kebanggaan tersendiri. Bisa pass saja sudah syukur, apalagi dapat nilai distinction, kamu akan bangga pada dirimu sendiri. Hitung-hitung sebagai hadiah kepada orangtua. Untuk bisa merasakan itu semua, yang harus dilakukan adalah: banyak membaca dan bertanya. Pasti akan ada beberapa perbedaan sistem kuliah dan belajar di Indonesia dan di luar negeri tempat kamu belajar. Tapi itu bukan berarti kita tidak bisa menyesuaikan diri, asal ada niatan yang baik, pastinya akan banyak hal yang akan kita dapatkan.



Catatan pinggir:

Pursuing a higher education is not solely about academic (and financial) capability, it is also about keenness. If you made it to your favorite university (or Top 100 University in the world—if you believe in this things), it probably shows that you are good in academic. But seriously, it is not enough. I, my self, convey that I might not be so much ready when first time come to Glasgow. I was so busy with my life—not even take a break from office, and was broken heart. It was not a good condition to pursue and set goals. So, the best thing I can advise, be truly ready. Take a break from your life (job, social activities or whatsoever), at least 2-4 weeks before you go. Enjoy your “me-time”, Make sure you have convinced yourself that you are happy and ready to conquer your higher education. After all that, what you need to do is: enjoying every single moment. That’s it. You’ll be happy to finally get what you have dreamt and prayed for. Good luck!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To get the latest update of me and my works

>> <<