Welcome to

Maya Susanti

Home / Activities / 30 Tahun ISAFIS: Lebih dari Sekedar Padepokan

30 Tahun ISAFIS: Lebih dari Sekedar Padepokan

A note for A Creative Youth Think-tank

Mungkin tidak banyak yang mengenal ISAFIS (Indonesian Students Association for International Studies). Organisasi pemuda yang fokus pada kajian internasional ini sejatinya adalah organisasi pemuda pertama di Indonesia yang menjadi bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni dalam UNDPI (United Nations Depatement of Public Information) setelah mendapatkan penghargaan Peace Messenger Award pada tahun 1987, tiga tahun sejak organisasi ini berdiri pada tahun 1984. Organisasi ini lahir dari kesadaran dan keinginan para pemuda akan pentingnya keterlibatan pemuda dalam pergaulan internasional. Faizal Motik, Irma Hutabarat, Geisz Chalifah adalah beberapa co-founder organisasi ini. Nama-nama lain seperti Adnan Pandu Praja, Imam Prasojo, Hikmahanto Juwono, Fadlizon merupakan bagian dari organisasi ini. Tak heran jika pada tahun 1980an hingga 1990an akhir, organisasi ini sangat terkenal di kalangan cendekia dan pemuda di Indonesia. Meski sempat mengalami masa rekonsiliasi, namun sepuluh tahun terakhir, organisasi ini mulai bangkit lagi. Dengan sedikit perubahan dalam hal kemasan (karena menyesuaikan dengan dinamika peran pemuda), namun semangat dan visi yang dibawa masih tetap sama, yakni: promoting mutual understanding among nations.

Bagi banyak alumninya, ISAFIS adalah padepokan. Bang Ical (sapaan akrab Faizal Motik) adalah salah satu gurunya. Dari Banyumas 2, Menteng, telah banyak buah pemikiran yang hadir dalam setiap diskusi dan dialog kritis. Hingga melahirkan banyak tokoh nasional yang berwawasan luas namun tetap menjaga semangat berbagi, berdiskusi.

Saya sendiri adalah salah satu alumni ISAFIS. Saya bergabung dengan ISAFIS sejak Desember 2010. Boleh dikata, pengalaman organisasi luar kampus saya bermula di ISAFIS. Saat itu saya dipercaya menjadi sekretaris hingga akhir tahun 2011. Tahun 2012, saya diamanahkan untuk menjadi Secretary General of Jakata Model United Nations, sidang simulasi PBB bertaraf internasional. Selajutnya, melalui pemilihan terbuka, pada tahun 2013 saya mendapatkan amanah untuk menjabat sebagai Presiden. Mungkin tidak banyak yang dapat saya lakukan selama menjadi Presiden ISAFIS 2013.

Selama satu tahun (efektif selama 9 bulan), saya bersama teman-teman pengurus lainnya mulai berbenah. Menguatkan kembali identitas ISAFIS sebagai youth think tank. Melebarkan sayap melalui keikutsertaan ISAFIS dalam banyak kegiatan dan events pemuda di pelbagai wilayah di Indonesia, hingga menerbitkan jurnal ilmiah pertama. Di periode 2013, saya lebih menekankan pentingnya rebranding ISAFIS sebagai organisasi pemuda yang fokus pada kajian internasional, dan tentu saja kreatif dan produktif melalui banyak kegiatan yang organisir.

Tidak sulit untuk mencapai tujuan ini, karena semua pengurus memiliki visi yang sama. Bukan ISAFIS jika para anggotanya bukan yang terbaik dari tiap universitas, fakta yang membuat saya bangga sekaligus merupakan tantangan agar para pengurus tetap fokus dalam kegiatan organisasi. Sepanjang tahun 2013, telah banyak kegiatan yang ISAFIS lakukan, yakni: Strategic International Basic Course (SISBAC) di Perwakilan Uni Eropa di Indonesia, Jakarta Model United Nations bekerjasama dengan Universitas Siswa Bangsa Internasional, Indonesia International Week di Jakarta, Yogyakarta dan Bali, diskusi dua mingguan, aktivitas di social media, keterlibatan menjadi media partner di beberapa event pemuda tingkat nasional, menjadi fasilitator dalam pelatihan simulasi sidang PBB di beberapa kampus dan sekolah di Jabodetabek dan SUMSEL, hingga menerbitkan jurnal ilmiah. Semuanya berkat kerjasama teman-teman di kepengurusan 2012-2013.

Terimakasih banyak. Bagi saya pribadi, ISAFIS lebih dari sekedar padepokan. ISAFIS bukan hanya tempat belajar ilmu berorganisasi (ilmu yang tidak kita dapatkan di bangku kuliah). Lebih dari itu, ISAFIS adalah tempat menimbah ilmu kehidupan sebagai mahasiswa. Mungkin terkesan sedikit berlebihan, tapi begitulah adanya. ISAFIS telah memberikan banyak pelajaran berharga, bagaimana menghadapi krisis, menjalin komunikasi, membangun networking, serta menemukan teman-teman yang saling mendukung satu sama lain. Hal semacam ini mungkin juga dapat diperoleh dalam kegiatan organisasi lainnya, tapi ISAFIS adalah organisasi yang juga mengajakan kita untuk meningkatkan rasa toleransi (dengan ragam latar belakang anggota), mengajarkan cara untuk berani bertanggung jawab (dengan menjadi penanggung jawab kegiatan), serta berpikir kritis, dinamis dan keatif (melalui diskusi dan program lainnya). Boleh dibilang, ISAFIS adalah pilihan saya untuk berinvestasi belajar aktif dalam organisasi di masa kuliah.

Tepatnya 14 Februari 2014 lalu, ISAFIS mengadakan syukuran peringatan 30 tahun ISAFIS. Usia yang cukup matang bagi suatu organisasi. Usia yang boleh jadi membanggakan semua alumni dan para pendirinya. Di tengah tren berpikir praktis dan merambatnya gaya hidup anakmuda masa kini, sekelompok pemuda masih berpegang teguh pada visi organisasi ini. Masih terus mengaktualisasikan semangat para pendiri ISAFIS 30 tahun silam. Tanpa terhanyut arus tren organisasi pemuda masa kini, yang hanya mementingkan popularitas tanpa filosofi yang kuat. Selamat ulangtahun ke-30 tahun, ISAFIS. Semoga tetap jaya. Semoga dapat terus menjadi rumah bagi para pemuda yang kreatif, kritis, namun tetap dinamis.

Terimakasih banyak untuk semua kesempatan yang telah diberikan selama bergabung di ISAFIS. Terimakasih untuk semua teman-teman pengurus 2012-2013, terimakasih kepada semua alumni dan para pendiri. Selamat melanjutkan semangat berdiskusi dan berbagi untuk pengurus tahun 2013-2014 dan selanjutnya. ISAFIS: A cool place for a creative-youth-leader-thinktank.

 

Further info about ISAFIS:

website: www.isafis.org

Email: contact@isafis.org

Twitter: @ISAFIS_Official

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To get the latest update of me and my works

>> <<