Welcome to

Maya Susanti

Home / Personal Story / Belitong!

Belitong!

Karna kesibukan masing-masing, saya dan Ramdhan sepakat untuk melewatkan honeymoon setelah menikah awal Oktober 2017 lalu. Sebagai gantinya, kami berencana untuk merencanakan liburan setelah acara ngunduh mantu Desember 2017. Setelah diskusi, kami memilih Belitong karna sama-sama belum pergi kesana dan tentunya ingin mengunjungi negeri Laskar Pelangi (salah satu novel favorit saya).
Karena waktu yang mepet (terbatas izin kantor) kami memutuskan untuk menggunakan jasa tour selama di Belitong. Lagipula, karna akses turis masih terbatas, kami disarankan untuk menggunakan jasa tour and travel. Atas rekomendasi salah seorang sahabat, kami memilih Belitung Wonderful (BW). Setelah dihitung-hitung sewa mobil, makan, sewa boat dll, rasanya harga yang dipatok oleh cukup masuk akal. Oh iya, paket tour yang kami ambil adalah paket 3D 2N non hotel (karena sudah pesan duluan dengan promo tr*veloka).

 

Day 1: Welcome to Negeri Laskar Pelangi
Tiba sekitar setengah 8 pagi, kami langsung dijemput oleh Bang Ary (driver, tour guide merangkap fotografer) di Bandara HAS Hanadjoeddin, Tanjung Pandan. Dari bandara, kami langsung diajak sarapan di restoran dekat bandara, Hanggar 21 yang menyediakan Mie Belitong, semacam hidangan tradisional yang melegenda, ditambah dengan es jeruk konci. Pagi yang segar! Restoran ini sejuk dan bersih dengan harga makanan yang masuk akal. Ada pula kopi khas Belitong, Kong Djie dijual disini. Nilai restorannya 4,5/5 ya.

Setelah sarapan, kami langsung menuju Gantong (Gantung), negeri Laskar Pelangi di Belitung Timur. Jaraknya sekitar 1 jam dari Tanjung Pandan. Di Gantong, pemberhentian pertama adalah replika Sekolah Laskar Pelangi, dilanjutkan dengan Dermaga Kirana. Setelah itu, kami menuju Kampung Ahok–lingkungan tempat tinggal BTP. Selanjutnya, kami mengunjungi Museum Kata Andrea Hirata, tiket masuknya IDR50K per orang, dengan kompensasi mendaparkan buku saku Laskar Pelangi. Kami sangat menikmati museum ini, kaya akan ilmu! Tentunya, kami menikmati kopi kuli yang disediakan di bagian belakang museum, serta tak lupa mengirimkan kartu pos. Tradisi yang selalu kami lakukan tiap berpergian. Setelah puas menikmati museum literasi pertama di Indonesia ini, kami menuju Manggar, Ibukota Belitung Timur. Di Manggar–kota 1001 warung kopi– ini kami makan di rumah makan Fega, menghadap sungai. Suasana yang menenangkan. Kami makan dengan menu khas Belitong: Gangan (sop ikan asam pedas), ikan tenggiri bakar, cumi goreng tepung, dan pastinya sayur kangkung! Kenyangggg. Hehe. Masih di Manggar, kami mengunjungi vihara yang terletak diatas bukit dengan patung dewi kuan im. Dari vihara ini, kami kembali ke hotel di Tanjung Pandan sekitar 1,5 jam dari Manggar. Kami memilih hotel MaxOne, lokasinya strategis dan banyak makanan di sekitarnya.

Setelah istirahat sebentar di hotel. Kami beranjak ke pantai Tanjung Pendam untuk melihat sunset. Sayang, mataharinya tertutup awan. Jadilah kami menikmati kopi Kong Djie di Unique Bistro di pinggir pantai. Saya mencoba coklat susu panas sementara Ramdhan memilih kopi susu. Hanya sekitar 20-25 rb untuk 2 gelas kopi/coklat. Dan rasanya luar biasa! Tanpa kembung! Wajib dicoba! Setelah puas menyeruput coklat panas dan kopi susu, kami beranjak ke RM Nelayan untuk makan malam. Menunya ikan bakar dan sayur genjer. Restoran ini juga ada tempat karokenya. Lumayan menghibur saat lagunya ramah di telinga. Setelah kenyang, kini saatnya istirahat dan kembali ke hotel. Menyiapkan tenaga untuk esok hari, Island Hopping!

 

Day 2: Island Hopping
Jam 8 pagi kami dijemput di hotel menuju Tanjung Kelayang, semacam dermaga tempat kapal menjemput penumpang untuk mengunjungi pulau-pulau.
Setelah ganti baju, kami menuju kapal. Kapal yang besar dan hanya kami berdua! (Well, berlima karena 2 orang adalah nakhoda kapal dan satu lagi Bang Ary). Sepertinya ini priviledge karena kami menyewa paket tour, perjalanan terasa private. Rutenya: Tanjung Kelayang-Batu Garuda-Pulau Lengkuas-Snorkeling-Pulau Kelayang (makan siang)- Pulau pasir- Batu Berlayar-Pulau Goa-kembali ke Tanjung Kelayang. Dilanjutkan dengan ganti baju dan menuju Pantai Tanjung Tinggi (Pantai Laskar Pelangi). Malamnya, kami makan di RM Belitong Tempo Duluk. Restoran yang menarik dengan menu khas Belitong (Bedulang) yang disajikan secara tradisional.

Karena paket tour kami telah meng-cover seuruh pengeluaran untuk Island Hopping termasuk sewa kapal, snorkelling hingga makan siang, kami tentu tak ambil pusing. Tapi ada rasa penasaran sebenarnya berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk kegiatan wajib selama di Belitong ini. Setelah browsing singkat, ternyata sewa kapal sekitar 500 ribuan. Dan kami baru tahu ternyata biasanya para turis hanya melakukan “jalan-jalan” saja, tidak snorkelling ataupun makan di Pulau Kelayang karena harganya yang ternyata memang cukup mahal. Tapi, sekali lagi kami sepakat untuk tidak hitung-hitungan mengingat ini adalah liburan yang tertunda dan karena makanan serta pengalaman yang didapat memang sebanding dengan harganya. Hehe.

Oh iya, ada hal yang harus diperhatikan saat akan melakukan Island Hopping, yakni kondisi cuaca. Penting untuk berkonsultasi (dan berdoa) dengan pihak tour agar bisa “berlayar” dengan tenang. Konon, jika cuaca tidak bersahabat, pengalaman seru Island Hopping tidak akan terasa. Beruntung, cuaca sangat bersahabat kepada kami. Sehingga kami bisa menikmati dengan tenang. Jadi, kalo mau ke Belitong baiknya saat musim kemarau ya!

 

Day 3: Exploring the City

Di hari terakhir tour ini, kami hanya melakukan sedikit perjalanan. Hanya setengah hari saja. Di mulai dari mengunjungi rumah adat Belitong (yang tidak jauh berbeda dengan rumah limas), sight seeing di Danau Kaolin (bekas tambang timah)hingga mengunjungi museum Belitong dan belanja oleh-oleh.

Di rumah adat, kita akan lebih dijelaskan mengenai tata cara pernikahan adat Belitong, serta merasakan kehidupan orang Belitong dengan beragam properti. Misalnya properti saat ingin berangkat ke sawah dsb. Sementara di Danau Kaolin, pemandangan tak biasa akan dijumpai. Warna airnya akan berubah sesuai cuaca. Cukup menyejukkan di siang hari yang panas di Belitong. Tapi harus hati-hati ya karena cukup terjal dan berbahaya. Yang menarik adalah ketika kami mengunjungi museum. Entah karena kami berdua memang menyukai museum, atau karena ada buaya Laskar Pelangi. Haha. Rasanya lucu saat semua hal yang pernah ada di film Laskar Pelangi mendapat embel-embel nama film ini. Misalnya saja buaya yang memang sempat ada di salah satu scene film fenomenal ini. Namun memang, museum di Indonesia harus banyak berbenah agar semakin banyak orang yang tertarik berkunjung.

Oh iya, untuk oleh-oleh dari Belitong, tidak jauh berbeda dengan oleh-oleh dari Palembang maupun Jambi. Ada banyak jenis kerupuk berbahan dasar ikan. Hal yang bisa menjadi alternatif adalah lada putih khas Belitong yang kami akui memang beda rasanya. Oh iya, mungkin juga kopi bisa menjadi alternatif oleh-oleh. Kami juga membeli kepiting isi yang suprisingly rasanya enak! Adanya di toko Kepiting Adena dekat kantor pajak Belitong.

Setelah makan siang, akhirnya kami kembali ke hotel untuk istirahat. Tak lupa menyempatkan minum kopi lagi di malam harinya. Karena besoknya kami akan kembali ke Jakarta.

Karena pesawat kami masih siang hari, kami memutuskan untuk makan mie Belitong legendaris di warung Mie Atep. Rasanya tidak jauh berbeda dengan mie di Hanggar 21 dekat bandara. Kami juga makan minum kopi Kong Djie di kedai pertamanya tidak jauh dari Mie Atep. Nah kalo ini, rasanya wajib dicoba karena sangat otentik meski kedainya sangat kecil dan banyak yang merokok. Jadi harus pintar-pintar memilih tempat. Hehe.

Secara keseluruhan, perjalanan kali ini sangat menyenangkan! Worth every penny!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To get the latest update of me and my works

>> <<