Welcome to

Maya Susanti

Home / On Thought / Biaya Nikah: Lebih Hemat Lebih Baik

Biaya Nikah: Lebih Hemat Lebih Baik

Beberapa hari ini, pembicaraan seputar biaya nikah nampaknya jadi topik yang seliweran di linimasa. Jadi topik dimana-mana, di percakapan makan siang kantor, curcolan temen yang mau nikah, sampe IG story beberapa akun public figure / konsultan yang bahas tentang biaya nikah (@ikanatassa dan @jouska_id). Ada yang follow juga? Hehe.

Kalo ga follow dan ga ngikutin, kuceritain dikit ya: intinya sih yang sedang dibicarakan adalah mahalnya biaya (resespi) pernikahan yang bikin geleng-geleng kepala bahkan sampe ngutang sana-sini. Hiks. Karenanya, diriku jadi pengen nulis juga berdasarkan pengalaman nikahan tahun lalu, semoga masih relevan ya. Alhamdulillah kedua orangtua kami InshaAllah ga ada hutang setelah menuntaskan salah satu “mimpi” mereka untuk menikahkan kami.

Nikah itu murah kok. Biaya ngurus ke KUA (terima beres) totalnya ga nyampe 1 juta. Biaya gengsi, mau sesuai adat dan nyamain seperti keluarga yang lainnya-lah yang membuat urusan ini jadi mahal. Intinya, pesta dan resepsinya itu yang bikin mahal, apalagi yang mau diundang banyak, lengkap deh jadi tambah mahal. Tapi kalo uangnya ada, memang sudah disiapkan, monggo aja ya. Itu hak kita sepenuhnya mau resepsi tujuh hari tujuh malam atau sekalian ngundang se-Indonesia Raya. Tapi, kalo masih mikir ini-itu, masih menganggap harga Vera Kebaya dan sewa ballroom hotel bintang 5 di Jakarta itu mahal, berarti ada baiknya pikir ulang kalo mau bikin pesta mewah.

Berdasarkan pengalaman, ini beberapa hal yang bisa menekan biaya pesta/resepsi in general ya. Beberapa mungkin bisa diterapkan, sisanya mungkin engga. But I think it’s worth to share. Oh iya, untuk persiapannya, bisa dicek ditulisan sebelumnya disini. Tapi sebelumnya, kita sepakat dulu ya, pesta/resepsi pernikahan memang butuh biaya, gengs! Karenanya, menabung atau investasi dari sekarang kalo baru mau merencanakan nikah tahun depan atau beberapa tahun lagi. Oke-oke, let’s check the list!

Gedung (termasuk dekorasi dan catering)

Kalo sudah memilih rumah sebagai venue, mungkin poin ini bisa dilewatkan ya. Lanjut ke dekorasi dan catering. Tapi kalo memilih gedung, artinya yang harus diperhatikan adalah biaya sewanya yang sesuai dengan jumlah undangan. Harus pinter-pinter nyari gedung, yang sekiranya dekorasi ga butuh banyak dan punya partner catering yang ga menguras kocek.

Ga ada salahnya kok pake dekorasi kombinasi bunga plastik dan bunga asli, karna bisa lebih murah dan tetap cantik. Pilih vendor yang bisa satu paket gedung dan rumah (kalo ada acara di rumah juga). Bikin dekorasi juga sebaiknya sederhana, yang tetap enak dipandang dan ga bikin ribet karna bisa bikin gedung/rumah jadi lebih sempit kalo kebanyakan. Jadi harus yang disesuaikan. Perlu ga booth foto? Boleh aja kalo mau pake, tapi untuk ngurangin biaya, bikin dekor buat foto aja, ga perlu nyediain jasa foto, karna tamu akan lebih suka foto langsung dari smartphone mereka. Sementara catering, menurutku cukup krusial, karna ga enak kalo kekurangan nantinya. Untuk ngurangin biaya, bisa kurangi pilihan pondok-pondok makanan ringan, dan pilih yang sepaket sama gedung, jadi ga perlu tambahan biaya. Kecuali dari kapan tau pengen catering tertentu, ya mau ga mau ikut aturan mainnya kalo memang harus bayar lebih :). Budget yang bisa dikurangin di post ini lumayan, tapi kami memprioritaskan post ini, jadinya budget disesuaikan.

Pengisi Acara (MC, hiburan dan WO)

Kalo ada temen yang bisa dimintain tolong, akan lebih bagus karena bener-bener bisa ngurangin biaya. Meski jadinya temen kita ada di acara bukan untuk senang-senang dan jadi tamu, biasanya mereka akan dengan senang hati mau membantu, percayalah. Hiburan juga ga perlu undang artis papan atas ye kan, kecuali emang punya temen yang mau dibayar miring. Sementara untuk WO, ini cukup krusial mengingat kita udah ga mungkin terlalu “merepotkan” keluarga/teman untuk ngurus ini-itu, tapi baiknya pilih WO hari H aja. Selain lebih hemat, kita juga jadi terlatih dan belajar banyk selama persiapan. Banyak WO yang oke dan profesional, jadi akan tetap memberikan konsultasi secara gratis meski mereka cuma kerja di hari H. Tapi semua harus dikomunikasikan tentunya. Untuk ini, kami bisa hemat sampai 5 juta meski pake MC TV Nasional, WO profesional dan hiburan yang ciamik dari sanggar yang oke punya! Semuanya karena mereka adalah teman baik kami, Terimakasih teman-teman, kalian terbaik!

Baju Pengantin dan MUA

Baju pengantin mending beli atau sewa? Bebas sebenernya, tergantung keinginan dan budget. Tapi kita memilih sewa, karena hanya dipakai sekali. Untuk orangtua juga, kalo memungkinkan sewa, lebih baik. Tapi kita bikin buat orangtua karena ukuran mereka yang unik, jarang ada di ukuran sewa. Sewa baju pengantin jauh lebih murah daripada bikin, dan kebanyakan bakalan disimpen aja entah buat dipake kapan lagi, butuh perawatan juga bajunya ye kan (dan menuhin lemari–tidak cocok untuk yang berkeinginan hidup minimalis, hehe). Jadi bagi kami, sewa adalah pilihan tepat. Alternatifnya kalo beneran mau bikin, coba pilihan sewa perdana, juga jauh lebih murah daripada bikin. Daaaan, ada banyak pilihan dengan kualitas sebagus desainer papan atas, tetap intinya sesuaikan dengan budget.

Sedangkan untuk MUA, memang agak krusial ya. Siapa sih yang ga pengen terlihat cantik di hari spesial? Tapi, percayalah cantik itu akan terpancar dengan MUA yang harganya masih terjangkau. Banyak kan review dan pilihan di medsos, tanya-tanya juga ke temen yang udah nikah, minta rekomendasi. Temen-temen pasti senang hati akan cerita plus-minusnya MUA yang mereka kenal dan pake. Ini juga akan menekan banyak biaya. Percayalah, 5-10 juta hemat itu lumayan banget.

Undangan dan Souvenir

Dua hal ini terlihat sepele, tapi kalo dicetak/dipesen untuk 1000 orang atau bahkan lebih, harganya jadi lumayan loh. Jadi, kasih undangan untuk teman orang tua, atasan di kantor dan orang-orang yang memang ada di list, sisanya seperti temen2 kita, lebih baik kirim versi digital dan japri. Lebih personal lebih baik, meski cuma lewat WA, InshaAllah mereka dateng kalo diundang personal.

Kalo untuk souvenir, jangan berpikir harus mahal dan unik. Yang penting berguna. Belum pernah kudengar ada yang mengeluh karena souvenir yang biasa-biasa aja. Apapun souvenirnya, semua tamu akan senang. Jadiiiii, ga perlu yang unik-unik banget, karena biasanya jadi mahal. Dua hal ini juga akan menekan budget 5-10jutaan. Lumayan kan?

Baju seragam Bridesmaids & Bestman

Yha. Karena ini memang tren-nya ngasih seragam, jadi mau ga mau kan ya? Bukannya nyaranin ga usah ngasih, kadang beberapa teman juga ga bisa hadir. Jadi, pastikan yang dikasih bisa hadir atau engga. Lebih baik kasih seragam yang udah jadi. Atau, lebih baik kasih tau mereka dresscode-nya warna apa, biar mereka menyesuaikan. Karna kalo kasih bahan, sejujurnya akan jadi beban juga buat mereka cari tukang jahit dan bayar upah jahitnya. Yang terpenting teman terdekat harus diundang yah! Karena itu adalah kebahagiaan bagi seorang sahabat.

Dokumentasi (foto dan video)

Pilihan untuk vendor ini juga akan mempengaruhi total pengeluaran biaya nikahan. Kalo punya temen yang hobi foto dan kebetulan punya usaha dibidang ini, boleh banget sih minta tolong mereka, biasanya akan dikasih harga khusus atau paling ga, dikasih diskon. Tapi kalo ga punya, harus rajin-rajin liat di medsos dan tanya temen. Sebaiknya pilih yang belum terkenal banget, karena yang terkenal akan semakin mahal dengan harga yang kadang bikin geleng-geleng kepala. Pastikan juga hasil jadinya sesuai dengan perjanjian awal (jangan sampai ngaret). Lumayan kalo bisa mengurangi biaya sekitar 5 juta.

Daftar diatas dibuat berdasarkan pengalaman ya. Sekali lagi, mungkin bisa diterapkan, mungkin juga engga. Bahkan bisa saja ada post lain sebagi tambahan. Karena persipan dan pesta pernikahan setiap pasangan berbeda-beda. Dan tentunya kita tidak boleh mengharapkan “uang amplop” untuk balik modal. Kalo bisa balik modal ya syukur, nambah-nambah dikit juga syukur, kalopun dapetnya jauh dari angka pengeluaran total, ya ga bisa protes juga ye kan.

Pada akhirnya, kehidupan setelah menikah adalah babak baru, lembaran baru. Butuh banyak “hal” untuk melengkapinya menjadi kisah yang menyenangkan tanpa beban hutang biaya pernikahan. Karenaaaaa, yang menjadi penting selanjutnya adalah dimana mau tinggal nantinya, pilihannya antara bangun rumah, sewa atau nyicil KPR. Meski terlihat sederhana, ini cukup untuk membuat kita mikir. Belum lagi peralatan dan kebutuhan rumah tangga lainnya dan persiaapan menyambut anggota keluarga baru. Prinsipnya, pernikahan adalah gerbang kehidupan baru, biarkan cerita ribet (dan mahalnya) biaya persiapan nikah menjadi cerita yang indah untuk dikenang. So when you look back, you’ll smile because you spent money wisely and it’s all for the upcoming happiness. Ceilah.

Jadi, selamat menabung, calon penganten dan penganten baru! Lebih hemat, lebih baik 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To get the latest update of me and my works

>> <<