Welcome to

Maya Susanti

Home / Uncategorized / Birthday Self Reflections

Birthday Self Reflections

Setiap tahun, saya punya semacam ritual untuk melakukan self reflection. Biasanya dua kali, di akhir atau awal tahun dan di hari ulangtahun. Entah kenapa setiap menuliskan sesuatu dari hasil refleksi, I feel better, jadi merasa recharged, semangat dan antusias lagi untuk menjalani hari-hari selanjutnya. Ternyata ada banyak manfaat self reflection bahkan ada banyak buku dan literatur yang membahas hal ini secara komprehensif, silahkan google! Hehe. Intinya, self reflection itu baik karena kita akan mengingat apa yang sudah kita lakukan, memahami polanya, memaafkan diri sendiri kalau merasa kurang puas, dan biasanya diakhiri dengan membuat resolusi atau hal yang ingin dicapai kedepannya. Tapi efeknya tentu berbeda tiap orang. Bagi saya, self reflection itu penting agar terus berbenah diri, menjadi lebih baik tentunya.

Beberapa tahun terakhir, mungkin sekitar 3 tahun terakhir, saya merasa ada banyak perubahan dalam diri saya. Saya tidak “ambisius” saat masih SMA dan kuliah, bahkan cenderung cepat “merasa puas”. I go slower . Kalimat yang kurang lebih bisa menggambarkannya. Ini baik karena saya jadi lebih mengenal diri sendiri, lebih santai, tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan dan lebih banyak tidur! Disisi lain ini jadi kurang baik karna saya jadi kurang disiplin, tidak gigih dan terlalu banyak maklum pada diri sendiri.

Nah, biasanya hasil self reflection saya tersimpan rapih dalam bentuk tulisan di diary saya (iya! Saya masih menulis diary). Tahun ini saya ingin menuliskannya di blog, biar ada “pressure” ke diri sendiri untuk menjalankannya sebaik mungkin. Ya syukur-syukur kalo bisa membawa kebaikan untuk yang kebetulan membaca.

Berikut daftarnya. Dibuat dengan kata “harus” agar punya dampak psikologis yang lebih kuat ke diri sendiri. Ada 26 poin menandakan umur baru, haha! Tapi urutannya random— jadi semua sama pentingnya!

1. Harus lebih sabar sebagai Ibu dan Istri — karena sabar membantu kita berpikir jernih, tidak emosi dan tenang. Prakteknya tidak mudah tapi saya yakin bisa dilatih.

2. Harus memprioritaskan keluarga (anak, suami dan orangtua)— karena mereka adalah sebaik-baiknya titipan Allah yang harus dijaga

3. Tetap harus berprestasi dan menginspirasi lingkungan sekitar— karena sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain

4. Harus tetap disiplin, teroganisir dan terencana— karena sukses itu hanya buat mereka yang punya nilai-nilai khusus dan menerapkannya. Ini sebagian dari nilai-nilai yang saya anut.

5. Harus presistence dengan impian dan sabar karena semua butuh proses— karena tidak ada yang instan

6. Harus pintar mengatur keuangan rumah tangga (frugal, spending less and investing)— karena hidup bukan cuma untuk hari ini, tapi juga masa yang akan datang dan untuk anak tersayang!

7. Harus bekerja keras, cerdas, dan ikhlas— karena karir yang baik butuh usaha setimpal

8. Harus jadi anak yang berbakti pada orang tua, adik dan kakak yang membantu— karena doa dan dukungan mereka yang membuat kita jadi seperti sekarang

9. Harus pintar masak dan ngurus rumah, jadi ibu RT yang sebaik mungkin— karena ideal itu sangat subjektif, cukup jadilah baik versi diri sendiri.

10. Harus jadi teman/sabahat yang bisa diandalkan, penuh kasih dan perhatian— karena mereka adalah rezeki dari Allah

11. Harus hidup minimalis— karena kebahagiaan bukan berasal dari barang tapi dari pengalaman dan cara memakmani hidup

12. Harus sedekah tiap bulan— karena rezeki yang didapat sebagian adalah hak orang lain, dan agar rezeki senantiasa berlipat ganda

13. Harus tetap banyak belajar — karena ilmu itu berkembang seiring perkembangan zaman, jangan sampai ketinggalan jauh

14. Harus sering silaturahmi — karena Allah akan bukakan pintu rezeki dari sini dan berkahi umur kita

15. Harus sering memberi kado ke kerabat dan teman— karena memperpanjang silaturahmi dan sunah Rosul

16. Harus mengupayakan datang disetiap undangan (nikahan ataupun hajatan lain) dan menjenguk kerabat/sahabat yang sakit — karena itu salah satu cara menghargai sesama

17. Harus cepat tanggap, responsif dan inisiatif— karena being slow is so last year

18. Harus rajin beribadah dan semakin sering mengerjalan sunah— karena hidup akan jauh lebih tentram dan damai

19. Harus menghindarkan diri dari sifat iri, dengki dan julid — karena tidak ada gunanya cuma bikin sakit kepala

20. Harus mengurangi main sosmed — karena sekarang punya anak untuk diajak main

21. Harus lebih sering menulis di blog — karena itu salah satu cara berbagi pengalaman dan menghilangkqn stress

22. Harus menyempatkan diri untuk berolahraga dan makan sehat— karena badan sebat itu penting dan sakit itu repot. Nanti kasihan anak dan suami jadi ikutan sakit

23. Harus pintar beradaptasi dg cepat dan menempatkan diri — karena kepekaan sosial sangat penting dalam kehidupan sebagai makhluk sosial

24. Harus selalu (dan banyak-banyak) bersyukur— Karena Tuhan akan menambah nikmat bagi mereka yang rajin bersyukur. Sudah pasti ini, tidak perlu dipertanyakan kebenarannya.

25. Harus nurut sama suami— karena dia adalah imam dan makmum yang baik harusnya nurutin imam untuk berbuat baik juga. Dan karena berbakti pada suami bisa mengantarkan orangtua masuk surga.

26. Harus sering mendoakan orangtua dan menjadi anak yang sholeha— karena doa anak sholeh/a adalah amal jariyah bagi kedua orangtua.

Highlight : grateful, self-improvement, self-development, discipline and persistence.

Banyak ya daftarnya. Haha! Tidak mengapa karena oh karena usia sudah bertambah dan menjadi lebih baik adalah keniscayaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To get the latest update of me and my works

>> <<